Kategori IMT menurut Kemenkes RI
Kementerian Kesehatan memakai batas ambang yang disesuaikan untuk orang Indonesia. Kalkulator ini menampilkan kategori berikut sebagai hasil utama.
| IMT | Kategori | Keterangan |
|---|---|---|
| < 17,0 | Sangat kurus | Kekurangan berat badan tingkat berat |
| 17,0 – 18,4 | Kurus | Kekurangan berat badan tingkat ringan |
| 18,5 – 25,0 | Normal | |
| 25,1 – 27,0 | Gemuk | Kelebihan berat badan tingkat ringan |
| > 27,0 | Obesitas | Kelebihan berat badan tingkat berat |
Sebagai pembanding, WHO menggolongkan IMT 25,0 sampai 29,9 sebagai kelebihan berat badan dan 30 ke atas sebagai obesitas. Karena acuannya berbeda, seseorang bisa masuk kategori obesitas menurut Kemenkes tetapi masih kelebihan berat badan menurut WHO.
Batasan IMT
IMT tidak membedakan otot dan lemak. Orang yang rutin berlatih beban bisa memiliki IMT tinggi meski lemak tubuhnya rendah. Untuk anak dan remaja, status gizi dinilai memakai IMT menurut umur, bukan tabel di atas. Hasil kalkulator ini adalah informasi umum dan bukan diagnosis. Diskusikan hasilnya dengan dokter atau ahli gizi jika Anda punya keluhan kesehatan.
Panduan lengkap: Cara Menghitung BMI (IMT) dan Membaca Hasilnya Menurut Kemenkes
Baca panduanPertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana rumus IMT?
IMT sama dengan berat badan dalam kilogram dibagi kuadrat tinggi badan dalam meter. Contohnya, 60 kg dan 165 cm menghasilkan 60 ÷ (1,65 × 1,65) = 22,0.
Apa itu rentang berat badan normal?
Itu adalah berat badan yang menghasilkan IMT 18,5 sampai 25,0 untuk tinggi badan Anda, sesuai kategori normal Kemenkes.
Apakah data saya disimpan?
Tidak. Berat dan tinggi badan hanya dihitung di browser Anda dan tidak dikirim atau disimpan di mana pun.