Cara Menghitung BMI (IMT) dan Membaca Hasilnya Menurut Kemenkes
Indeks Massa Tubuh (IMT), atau Body Mass Index (BMI), adalah cara sederhana untuk menilai apakah berat badan seseorang sesuai dengan tinggi badannya. Pengukurannya cukup memakai timbangan dan meteran, sehingga IMT banyak dipakai di posyandu, puskesmas, hingga pemeriksaan kesehatan kantor.
Rumus IMT
IMT = berat badan (kg) ÷ (tinggi badan (m) × tinggi badan (m))
Perhatikan bahwa tinggi badan harus dalam meter. Tinggi 165 cm ditulis 1,65 m.
Contoh: berat 60 kg dan tinggi 165 cm.
- Kuadratkan tinggi badan: 1,65 × 1,65 = 2,7225.
- Bagi berat badan dengan hasil itu: 60 ÷ 2,7225 = 22,04.
- Bulatkan menjadi satu angka desimal: IMT 22,0.
Agar tidak perlu menghitung manual, gunakan Kalkulator BMI yang langsung menampilkan kategorinya.
Kategori IMT menurut Kemenkes RI
Untuk orang dewasa Indonesia, Kementerian Kesehatan memakai batas ambang berikut.
| IMT | Kategori | Keterangan |
|---|---|---|
| < 17,0 | Sangat kurus | Kekurangan berat badan tingkat berat |
| 17,0 – 18,4 | Kurus | Kekurangan berat badan tingkat ringan |
| 18,5 – 25,0 | Normal | |
| 25,1 – 27,0 | Gemuk | Kelebihan berat badan tingkat ringan |
| > 27,0 | Obesitas | Kelebihan berat badan tingkat berat |
Kategori IMT menurut WHO
| IMT | Kategori |
|---|---|
| < 18,5 | Berat badan kurang |
| 18,5 – 24,9 | Normal |
| 25,0 – 29,9 | Kelebihan berat badan |
| ≥ 30,0 | Obesitas |
Batas obesitas Kemenkes lebih rendah dibanding WHO. Penyesuaian ini dibuat karena pada populasi Asia, risiko penyakit seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung sudah meningkat pada IMT yang lebih rendah dibanding populasi Eropa. Jadi jangan heran jika IMT 28 tergolong obesitas menurut Kemenkes tetapi baru kelebihan berat badan menurut WHO.
Batasan IMT yang perlu diingat
- Tidak membedakan otot dan lemak. Atlet dan orang yang rutin berlatih beban bisa memiliki IMT tinggi meski kadar lemaknya rendah.
- Tidak menunjukkan sebaran lemak. Lemak di perut lebih berisiko daripada lemak di bagian tubuh lain, dan IMT tidak bisa membedakannya.
- Tidak untuk anak dan remaja. Status gizi anak dan remaja dinilai dengan IMT menurut umur yang dibandingkan dengan standar pertumbuhan, bukan tabel dewasa.
- Tidak untuk ibu hamil. Kenaikan berat badan selama kehamilan dipantau dengan acuan tersendiri oleh bidan atau dokter.
Lengkapi dengan lingkar perut
Karena IMT tidak menunjukkan letak lemak, lingkar perut sering diukur bersamaan. Kemenkes menggolongkan obesitas sentral bila lingkar perut laki-laki 90 cm atau lebih dan perempuan 80 cm atau lebih. Ukur dengan meteran kain melingkari perut setinggi pusar, dalam posisi berdiri tegak dan bernapas normal.
Setelah tahu hasilnya
IMT adalah alat skrining, bukan diagnosis. Jika hasil Anda berada di luar kategori normal, atau Anda punya keluhan kesehatan, bicarakan dengan dokter, ahli gizi, atau petugas puskesmas. Mereka dapat menilai kondisi Anda secara menyeluruh, termasuk riwayat kesehatan, pola makan, dan aktivitas fisik.
Artikel ini berisi informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan.
Coba langsung: Kalkulator BMI (IMT)
Buka Kalkulator BMI (IMT)